Yamaha Mio M3 beserta Pertalite, Semakin Tanpa Kompromi

Posted on

Yamaha Mio M3 beserta Pertalite, Semakin Tanpa Kompromi

Kebijakan pemerintah buat membentuk BBM non subsidi jenis baru dengan kadar oktan yg lebih tinggi dari premium dan harga jual yg lebih rendah dari pertamax akhirnya terealisasi. Pertalite, namanya. Bahan bakar dengan kadar oktan 90 dan harga jual Rp 8.400,- ini sudah beberapa kali aku isikan ke Yamaha Mio M3 yg setia menemani bepergian pulang pergi ke loka kerja. Hasilnya tarikan lebih enteng, suara mesin lebih halus, dan tentunya lebih irit.

Kami sengaja membeli motor Yamaha Mio M3 agar bisa digunakan berdua, aku dan istri. Kami berdua tertarik dengan bentuknya yg streamline dengan sudut-sudut yg tajam juga balutan stiker di sekujur body yg terkesan sporty. Motor matic ini termasuk ringan di kelasnya. Meski demikian silinder mesin (cc) nya cukup besar, alhasil tarikannya buat selap selip di kepadatan kemudian lintas tidak kedodoran. Selain itu, motor matic ini sudah dengan teknologi blue core.

Blue core menjanjikan motor menjadi lebih efisien, bertenaga, dan handal. Mengapa diberi nama blue atau biru? Karena biru merupakan ikon Yamaha dalam global balap. Biru juga memiliki kesan menyenangkan (fun) dan ramah lingkungan (eco-friendly). Dengan teknologi blue core, bahan bakar bisa irit 50% tetapi tetap memiliki performa yg bertenaga dan menjaga mesin agar tetap awet.

Sedangkan pertalite diluncurkan Pertamina sesuai surat keputusan Dirjen Migas kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No 313 Tahun 2013 perihal spesifikasi BBM RON 90. BBM yg dirilis akhir Juli ini memiliki identitas yg membedakan dengan premium maupun pertamax. Karakteristiknya yakni memiliki warna hijau cerah dan jernih; tidak memiliki kandungan timbal, kandungan sulfurnya maksimal 500 ppm; memproduksi emisi yg lebih sedikit dibandingkan premium; mampu memaksimalkan tenaga mesin yg berkompresi tinggi; dan mesin menjadi lebih halus, bersih, juga irit.

BACA JUGA :  Berani Jadi Beda Dengan Yamaha Mio S

Kolaborasi teknologi blue core pada Yamaha dan pertalite akan memproduksi tarikan mesin yg lebih ringan. Suara mesin akan lebih halus tetapi tetap bertenaga. Selain itu, mesin akan lebih awet alasannya adalah lebih bersih ruang bakarnya, dan tentunya jauh lebih irit.

 

Pertalite waktu ini sudah tersedia di poly sekali SPBU di poly sekali wilayah. Di Jakarta, sudah lebih dari 20 SPBU yg menyediakan BBM jenis ini. Di antaranya SPBU Jalan Pemuda, Jatinegara, Raya Bogor KM 28, Matraman, Fatmawati, Dr Supomo, Mampang Prapatan, Cempaka Putih dan sebagainya.

Hari Sabtu kemudian (5/9) sebelum pulang ke rumah aku kembali mengisi Yamaha Mio M3 dengan pertalite. SPBU di bilangan Cempaka Putih yg dekat loka kerja sudah menyediakan jenis BBM ini sehingga aku gak perlu jauh-jauh lagi ke wilayah Pramuka.

Sengaja aku memotret kilometer sebelum isi pertalite sekaligus buat menguji keiritan Yamaha Mio M3 berteknologi blue core yg dengan pertalite. Indikator BBM menawarkan terdapat sisa BBM sehingga cukup dengan Rp 21 ribu, tunggangan sudah full tank. Saya lihat kilometer awal menawarkan angka 593 kilometer.

Tujuan pulang aku ialah bilangan Kalisari, Jakarta Timur, berkisar 25 kilometer dari SPBU Cempaka Putih. Rute menuju ke sana yakni Cempaka Putih Barat menuju jalan Rawa Sari Selatan, belok kanan menyusuri jalan Ahmad Yani (by pass) sampai ke bilangan UKI Cawang, buat selanjutnya memasuki kompleks Lanud Halim, keluar ke jalan Raya Bogor, terus melewati Pasar Induk Kramat Jati, fly over Pasar Rebo, belok kanan ke Mal Cijantung dan lurus menyusuri komplek Mako Kopassus buat kemudian berbelok kiri ke wilayah Kalisari.

Rute ini pada Sabtu malam kemarin agak lancar. Pada waktu melewati wilayah Halim, aku sempat memotret pesawat Tempur P-51 Mustang yg menjadi ikon Lanud Halim juga memotret Bandar Udara Halim yg sekarang sudah melayani penerbangan sipil.

BACA JUGA :  Haruskah Saya Berpaling Pada Yamaha Mio S

Begitu keluar di jalan raya Bogor tepatnya lebih kurang Kampung Makasssar sebelum pertigaan Hek arah TMII jalanan terbilang padat. Apalagi waktu sampai di depan Pasar Induk Kramat Jati sempat macet sampai terpaksa betul-betul berhenti, dikarenakan poly truk/pickup yg masuk dan keluar pasar induk membawa muatan sayur dan buah.

Oh iya selama bepergian kecepatan bervariasi mulai 20 s/d 60 km per jam, yg mana masih masuk dalam kategori eco drive seperti yg terdapat di panel dashboard Mio M3. Selain ingin eco driving juga tidak timbul lagi yg dikejar alasannya adalah bepergian pulang. Beda halnya waktu berangkat ke loka kerja.

Sepanjang jalan raya bogor selepas pertigaan Hek poly sekali pedagang buah di kiri jalan, apa saja timbul komplit dari mangga, buah naga, durian montong, jeruk pepaya, salak, dan melon. Maka dari itu waktu melintasi pedagang melon, aku sempatkan berhenti sejenak sekalian memotret odometer. Sudah menawarkan 611 kilometer atau 18 kilometer, sedangkan jarum tidak poly bergerak, baru bergeser sedikit dari petunjuk full tank.

Akhirnya stagnasi mulai terurai. Saya melanjutkan bepergian menuju fly over Pasar Rebo. Saya berhenti di atas jembatan sejenak buat melepas lelah dan memotret loka pasar rebo di malam hari. Eh rupanya poly yg berduaan di atas jembatan ini padahal dulu pernah terjadi tindak kriminal di sini. Setelah menggerakan badan agar tidak pegal, aku melanjutkan bepergian sampai datang di rumah.

Setiba di rumah aku melihat odometer lagi. Odometer menawarkan 618 kilometer atau 25 kilometer dari SPBU Cempaka Putih. Sedangkan jarum penunjuk ketersediaan bahan bakar tidak begitu poly bergeser dari alfabet F artinya belum sampai 1 liter. Kesimpulannya, pertalite kompak tampil irit beserta teknologi blue core Yamaha Mio M3. Kesan motor matic sebagai tunggangan boros BMM pun sirna. Yamaha Mio M3 dengan pertalite semakin tanpa kompromi.

BACA JUGA :  Yuk Ikutan Menjadi Semakin kepada Depan Bersama Mio S Isyana

Referensi:
https://www.yamaha-motor.co.id/
https://www.otosip.com/334/teknologi-blue-core-jadi-andalan-yamaha-ini-kelebihannya/
https://masdaniblog.com/tag/apa-itu-blue-core/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *