Performa Mantap Duet Skutik Yamaha Mio beserta Pertalite

Posted on

Performa Mantap Duet Skutik Yamaha Mio beserta Pertalite
Beberapa bulan yg kemudian,seseorang sahabat memposting sebuah motor matik Yamaha yaitu Mio J yg sedang menjalani servis besar pada bengkelnya.Dilihat dari tipenya,skutik dari Yamaha ini masih tergolong baru,dilihat jarak tempuh yg tertera pada speedometernya saja baru mencapai lebih kurang 20-an ribu kilometer.Berdasarkan keterangan dari pemiliknya,tenaga yg didapatkan sang skutik Mio J ini telah kurang responsif dan mesin terdengar kasar suaranya.Setelah dibuka head cylindernya, ketahuanlah penyebab dari 'loyo'nya tenaga si Mio J ini.Terlihat misalnya gambar diatas, bagian atas head cylindernya dipenuhi dengan kotoran hydrocarbon (kerak karbon).Tidak hanya itu saja,koordinator piston-nya jua menghitam diselimuti kerak karbon tadi.Usut punya usut,ternyata semenjak pertama Mio J ini menjejak jalanan sampai menjalani 'opname',pemiliknya selalu dengan bahan bakar jenis premium menjadi asupan tenaganya.

Apa yg menimpa pemilik Mio J tadi jua pernah penulis nikmati.Skutik Mio J yg saban hari selalu setia mengantar istri saya berangkat dan pergi kerja,beberapa bulan yg kemudian terpaksa wajib menjalani perawatan pada bengkel Yamaha.Penyebabnya hampir sama yaitu tenaga kurang responsif dan mesin terdengar nggelitik atau knocking.Setelah dibongkar head cylindernya, pemandangannya sama persis dengan gambar diatas,kerak karbon yg menumpuk. Dari pihak bengkel menawarkan penerangan bahwa bunyi ngelitik atau detonasi pada mesin motor dapat terjadi alasannya bensin premium lebih cepat terbakar secara impulsif menjadi akibatnya tenaga untuk menggerakkan mesin dan beban tunggangan,lebih mini dari yg dibutuhkan.Apalagi didalam ruang bakar telah menumpuk kerak karbon yg pada waktu suhu tinggi,kerak tadi akan membara dan menjadi pemicu tambahan terjadi menerangkan-menerangkan menembak atau detonasi.Jila dibiarkan terus menerus,bunyi ngelitik tadi ternyata dapat membawa dilema berfokus pada mesin tunggangan bermotor misalnya mesin menjadi lebih panas bahkan lebih parahnya dapat menciptakan komponen piston menjadi rusak sampai berlubang dan dapat menciptakan stang piston menjadi bengkok.

Wihngeri jua ya,soalnya saya punya pengalaman pernah ganti piston,stang piston dan tetek bengek komponen daleman mesin lainnya sewaktu masih memakai sepeda motor bebek dari pabrikan lainnya.Ongkos penggantian spare part tadi dan biaya pasangnya dapat buat DP motor baru hehehehe.Untungnya skutik Mio J kepunyaan istri saya ini komponen dapur pacunya masih dalam kondisi baik baik saja.Lega hati ini.

Berkaca pada ke 2 tragedi tadi diatas,ternyata penggunaan bahan bakar tunggangan bermotor seharusnya diadaptasi dengan baku yg telah ditentukan.Sementara itu,mesin tunggangan bermotor yg diproduksi 5 tahun terakhir ini telah dengan kompresi mesin yg tinggi,kebanyakan dengan rasio 9-11 : 1.Tujuannya untuk mempertinggi efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi.Untuk memenuhi kinerja kompresi mesin tadi dibutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan/RON (Research Octane Number) yg tinggi.Yang dimaksud nomor oktan ialah nomor yg memberitahuakn berapa besar tekanan maksimum yg dapat diberikan pada dalam mesin sebelum bensin terbakar secara impulsif.

Kadar oktan dalam bensin jua seringkali dikait-kaitkan dengan soal ramah lingkungan yg ditentukan sang ada tidaknya kandungan timbal (tetraethyl lead/TEL) dalam bensin.Saat ini, seluruh produk bensin beroktan pada atas 90 telah tidak mengandung timbal lagi menyesuaikan dengan regulasi EURO 3.Sayangnya pada Indonesia masih banyak ditemukan tunggangan eksklusif atau awam yg masih berstandar emisi EURO 1.Standar emisi ini sangat berperan sekali dalam kelestarian lingkungan khususnya kualitas udara.Nah,ini dia tabel perbandingan kompresi mesin dengan kebutuhan nilai oktan bensin :

Sumber data : kompasotomotif.com

Pada mesin-mesin motor lama yg masih dengan karburator,korelasi antara perbandingan kompresi dengan nilai oktan tidak dapat ditawar lagi (lihat tabel diatas).Sedangkan pada mesin motor dengan sistem injeksi didasarkan  penelitian masih dapat dengan nilai oktan yg lebih rendah berkisar 5-7 poin.Misalnya perbandingan kompresi 10: 1,masih dapat dengan bensin 95 atau 92.Disamping itu mesin dengan sistem injeksi telah dilengkapi dengan knock sensor atau sensor menerangkan-menerangkan detonasi.Jila terjadi menerangkan-menerangkan detonasi,komputer/ECU akan mengatur waktu pengapian secara otomatis dengan mengganti jadwal busi memicu barah lebih cepat atau memajukannya.Kalau tidak ada menerangkan-menerangkan menembak,komputer akan mengembalikannnya ke kondisi semula.

Di Indonesia sendiri disediakan 3 jenis bensin yg dibedakan didasarkan  nilai oktannya,yaitu Premium (RON 88),Pertamax Biru (RON 92) dan Pertamax Plus (RON 95).Semakin tinggi nilai oktan bensin tadi, semakin mahal jua harganya.Faktor harga inilah yg mengakibatkan banyak pengguna tunggangan bermotor termasuk saya dan pemilik Mio J tadi diatas lebih memilih premium.Apalagi bila harga premium diturunkan lagi sang Pemerintah alasannya harga minyak mayapada yg sedang menurun misalnya kondisi waktu ini.Selain itu perbedaan harga antara Premium dan Pertamax yg semakin besar menciptakan pemilik tunggangan bermotor semakin tergiur beralih ke Premium.Pasalnya, mereka memperoleh laba biaya operasional yg makin murah.Namun yg menjadi korbannya ialah mesin tunggangan dan lingkungan.Faktanya bahwa rakyat masih lebih memilih BBM murah meskipun kualitasnya tidak memenuhi untuk tunggangan yg dipakainya.

Melihat spesifikasi teknis yg tercantum pada kitab manual,skutik Mio J saya ini,skutik Yamaha tadi telah mengadopsi teknologi fuel injeksi yg diberi nama Yamaha Mixture Jet Fuel Injection (YMJET-FI) dan telah dengan kompresi mesin yg tinggi yaitu rasio 9,3 : 1.Mengacu pada tabel tadi diatas,skutik Mio Yamaha tadi seharusnya meminum bahan bakar yg mempunyai oktan pada bilangan antara 90 – 95,idealnya pada bilangan 92 (Pertamax Biru).Sedangkan bila ke 2 mesin motor skutik yg telah mempunyai perbandingan kompresi tinggi tadi dipaksa -meski permanen dapat bekerja-diberi premium yg mempunyai RON 88,kemampuannya memproduksi tenaga menjadi tidak maksimal.Efek selanjutnya umur pakai komponen dapur pacunya menjadi lebih pendek/menurun.

BACA JUGA :  Enam Alasan Mio S Cocok jadi Bagian Gaya Hidupmu, Nomor 2 Layaknya Isyana

Pada lepas 24 Juli 2015 PT Pertamina menghadirkan BBM jenis bensin mutakhir yg diberi nama Pertalite yg mempunyai RON 90.Tahap pertama akan dilakukan uji pasar selama dua bulan pada 101 SPBU yg tersebar pada 3 kota yakni Jakarta,Bandung dan Surabaya.Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 313.K/10/DJM.T/2013 wacana Standar dan Mutu Bahan Bakar Bensin 90 yg Dipasarkan pada Dalam Negeri,berikut spesifikasi Pertalite :

Angka Oktana Riset (RON) 90,0.
Stabilitas oksidasi minimal 360 menit.
Kandungan sulfur maksimal 0,05% m/m setara dengan 500 ppm.
Tidak boleh mengandung timbal.
Tidak ada kandungan logam (mangan dan besi).
Kandungan oksiden maksimal 2,7% m/m.
Distilasi 10% penguapan maksimal 74 derajat celsius,titik didih akhir maksimal 215 derajat celsius.
Residu maksimal 2,0%.
Sedimen 1 mg/liter.
Sulfus Mercaptan maksimal 0,002% massa setara dengan 20 ppm.
Unwashed gum maksimal 70 mg/100 mililiter.
Washed gum maksimal maksimal 5 mg/ 100 mililiter.
Berat jenis pada suhu 15 derajat celsius minimal 715 kg/m3 maksimal 770 kg/m3.
Penampulan visual jernih dan terang.
Berwarna hijau.
Kandungan pewarna maksimal 0,13 gram/100 liter.

Selain itu pemerintah jua memberi kondisi lainnya pada bensin RON 90, yakni aditif yg dicampur wajib kompatibel dengan minyak bensin. Artinya tidak menambah kekotoran mesin/kerak.Aditif yg dicampur jua dilarang mengandung komponen pembentuk abu (ash forming).Spesifikasi Pertalite ini dari sisi kualitas lebih baik dari Premium,dengan jumlah RON 90-91 dibandingkan dengan Premium yg hanya memiliki RON 88.

Mengutip dari situs Pertamina,bensin Pertalite ini mempunyai banyak keunggulan antara lain :

Durability
PERTALITE dapat mengkategorikan menjadi bahan bakar tunggangan yg memenuhi kondisi dasar durability/ketahanan,dimana Pertalite ini tidak akan menimbulkan gangguan dan kerusakan mesin,alasannya kandungan oktan 90 lebih sesuai dengan perbandingan kompresi kebanyakan tunggangan bermotor yg tersebar pada Indonesia.Selain itu terdapatnya kandungan aditif detergent, anti korosi dan pemisah air pada PERTALITE akan mengahambat proses korosi dan pembentukan deposit didalam mesin.
Fuel Economy
Kesesuaian oktan 90 PERTALITE dengan perbandingan kompresi kebanyakan tunggangan yg beroperasi pada Indonesia,sesuai dengan rancangannya.Perbandingan Air Fuel Ratio yg lebih tinggi dengan konsumsi bahan bakar menjadikan kinerja mesin lebih optimal dan efisien untuk menempuh jarak lebih jauh alasannya biaya operasi bahan bakar dalam Rp/Km akan lebih ekonomis.
Performance
Kesesuaian nomor Oktan PERTALITE dan Aditif yg dikandungnya dengan spesifikasi mesin akan memproduksi performa mesin yg jauh lebih baik dibandingkan ketika dengan Oktan 88. Hasilnya ialah tarikan lebih enteng, kecepatan yg lebih tinggi dan emisi gas buang yg lebih bersih.Hal ini akan menjadikan kendaran lebih lincah dalam bermanuver dan lebih ramah lingkungan.

Sejak diluncurkan sampai waktu ini,harga Pertalite sendiri tidak terpaut jauh dengan Premium yaitu Rp 8.400 perliter.Dan diawal bulan September,harga Pertalite turun sedikit menjadi Rp 8.300 perliternya.Tentu kehadiran Pertalite ini dapat menjadi cara lain bagi rakyat yg menginginkan performa tinggi dan ekonomis bahan bakar akan tetapi mengalami keterbatasan uang alasannya selisih harga antara Premium dan Pertamax yg cukup jauh.

Menurut Muhammad Abidin,General Manager Aftersales dan Motorsport Yamaha Indonesia misalnya dikutip dari KompasOtomotif, berkata Bensin Pertalite 90 ini lebih cocok bagi tunggangan yg telah memiliki perbandingan kompresi pada atas 9,0:1 sampai 10:1. "Kebanyakan sepeda motor Yamaha yg berteknologi fuel injeksi telah memiliki kompresi pada atas 9,0. Maka dari itu akan sangat cocok dipergunakan pada sepeda motor Yamaha," ujarnya. Berarti skutik Mio J saya ini cocok mengkonsumsi Pertalite nih.

Sayangnya pada Provinsi D.I Yogyakarta sendiri,Pertalite baru diluncurkan pada lepas 23 Agustus 2015,baru ada 4 SPBU yg melayani pembelian Pertalite.Itupun semuanya berlokasi pada dalam kota,yaitu

SPBU 41.551.01 pada Jl.Kompol Suprapto,Lempunyangan
SPBU 44.551.15 pada Jl. Sultan Agung no.116 Gunung Ketur
SPBU 44.551.09 pada Jl.Kusuma Negara
SPBU Ambar Ketawang,Gamping

Saya berkesempatan mengisi bahan bakar dengan kandungan RON 90 ini pada SPBU Kusumanegara yg lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal saya,lebih kurang 15 km dari rumah.Keberadaan bensin Pertalite ini dapat dikenali dari rona nozzlenya yg berwarna putih.Kebetulan waktu itu saya ingin mengajak anak istri pergi ke toko Gramedia dan bermain pada Taman Pintar.Saya isi Pertalite sebanyak Rp 20.000,itu telah cukup untuk pergi pergi.Kondisi jalanan yg saya lewati dalam kondisi ramai lancar, kecepatan berkendara jua cuma 40-70 kpj alasannya bawa anak istri.Kalau estimasi saya pakai Premium itu 1 liter dapat menempuh jarak lebih kurang 40 km,akan tetapi pakai Pertalite dapat mencapai 55 kpl.Cukup irit jua,alasannya umumnya kalau saya mau pergi ke kota,saya isi Premium itu sampai fulltank.Selain itu tarikan mesin jua enteng,hampir sama dengan waktu saya mencoba dengan Pertamax dan mesin tidak terlalu panas.

Saya telah membayangkan bila Pertalite ini dapat saya konsumsi secara harian,mesin skutik Mio J saya akan semakin irit dan awet.Tidak perlu khawatir lagi ruang dapur pacunya dipenuhi kerak karbon lagi,alasannya dengan 'minum' Pertalite menciptakan ruang bakar lebih bersih dan turut dan menjaga kualitas lingkungan lebih baik alasannya kadar gas emisi yg dikeluarkan menjadi lebih sedikit.Efek jangka panjang yg dapat saya nikmati ialah performa mesin menjadi lebih baik dan menambah ketahanan mesin.Sayangnya belum seluruh SPBU pada Yogyakarta menyediakan Pertalite, menjadi akibatnya sedikit menyulitkan bagi saya untuk mengkonsumsinya secara harian.Semoga saja saya gak perlu menunggu lama lagi,akan semakin banyak SPBU terutama yg berlokasi pada kawasan pinggiran yg menyediakan bahan bakar Pertalite ini.

BACA JUGA :  Mio S Isyana - Aman, Nyaman, dan Tetap Stylish

Ditengah situasi perekenomian yg tidak menentu misalnya kondisi kini ini,nilai tukar rupiah yg terus melemah terhadap mata uang Paman Sam menciptakan harga jual BBM terutama non subsidi wajib mengalami fluktuasi harga.Sebagai konsumen pengguna BBM yg selalu membutuhkan BBM setiap harinya untuk menunjang aktivitas kerja,saya wajib mencari cara untuk dapat melakukan efisiensi.Selama ini saya dan rakyat umumnya menerka bahwa motor kencang itu boros BBM menjadi akibatnya dapat menciptakan kantung cekak.Sedangkan motor yg irit BBM itu tidak bertenaga alias loyo,akibatnya waktu pun jadi terbuang sia sia pada jalanan.

Sudah banyak cara yg dilakukan sang para ilmuwan dalam mencari solusi dari perseteruan tadi keliru satunya dengan menambah komponen lain pada bagian mesin disana sini.Akibatnya kinerja mesin justru semakin berambah berat,biaya perawatan pun menjadi semakin tinggi.Bagi Yamaha solusi itu berupa inovasi,dimulai dari mesin yg telah ada Yamaha mencoba merekontruksi kembali dari awal sampai akhirnya menjadi sebuah mesin baru.Hasilnya kinerja mesin semakin maksimal,biaya perawatan pun semakin berkurang.Inovasi ini diklaim dengan Blue Core.

Mengutip dari situs blogotomotif.com,pihak Yamaha menawarkan penerangan wacana nama 'Blue Core' yg dapat ditafsirkan menjadi berikut : BLUE adalah lambang Yamaha dalam mayapada race (Balap), dan memiliki dua image yg selama ini didengungkan Yamaha untuk seluruh produknya pada seluruh mayapada yaitu Fun & Excitement dan ramah lingkungan (ECO-friendly). Nah,dua karakter Yamaha tadi kemudian digabung menjadi satu dan terbentuklah sebuah pemikiran dan inti baru (NEW CORE) yg kemudian diklaim 'Inti Biru' alias 'Blue Core'. Pada dasarnya teknologi Blue Core ini bukan adalah sebuah chip yg khusus yg dipergunakan untuk memprogram sistem mesin dan CVT pada motor matik Yamaha.Melainkan teknologi Blue Core ini adalah sebuah filosofi atau metode untuk mengoptimalkan kinerja motor secara holistik mulai dari mesin,bodi,sasis atau rangka sampai transmisi.

Varian motor Yamaha yg telah menerapkan teknologi Blue Core dan dipasarkan pada Indonesia hanya pada model skutik saja dan belum diterapkan pada motor sport.Dan skutik pertama Indonesia yg menerapkan mesin Blue Core ialah Yamaha Mio 125 M3 yg memiliki spesifikasi mesin 4-tak berkapasitas 125 cc fuel injection,rasio kompresi 9,5 : 1, dengan transmisi CVT.Skutik ini mulai dipasarkan athun baru 2015 kemarin dengan menggusung penampilan trendy dan menyasar segmen anak muda yg gaul dan fungky.Berikut ini beberapa keunggulan mesin New Mio M3 125

Meningkatkan efisiensi BBM
Fokus krusial dari Blue Core ialah memikirkan bagaimana caranya supaya sebuah tunggangan roda dua dapat memiliki tingkat efisiensi BBM yg tinggi (irit).Untuk mewujudkan hal tadi maka mesin Yamaha Blue Core dibekali dengan komponen-komponen pendukung yg dapat menjaga suhu mesin supaya permanen stabil, proses pembakaran yg lebih tepat dan yg paling krusial ialah supply BBM jadi lebih terkontrol dan presisi. Mesin mutakhir 125 cc fuel injection dengan inovasi Blue Core yg efisien, bertenaga,handal menciptakan New Mio M3 125 lebih responsif dan irit dibanding generasi mio sebelumnya (mio karburator).Inovasi dapur pacu dengan kombinasi desain valve dan chamshaft baru memproduksi imbas tumble yg menciptakan pembakaran lebih tepat menjadi akibatnya konsumsi bbm lebih irit.

Mereduksi tenaga yg hilang
Seperti yg kita ketahui bersama,umumnya distribusi tenaga dari mesin tidak semuanya dapat disalurkan ke roda belakang dengan baik.Contoh gampangnya : tenaga yg disalurkan ada yg berkurang dari yg tadinya 5 menjadi 3.Energi ini banyak terbuang menjadi bentuk panas dan gesekan.Dengan Blue Core, Yamaha berusaha menekan kondisi tadi dengan meminimalisir gesekan pada dinding silinder menjadi akibatnya dapat mereduksi tenaga yg hilang,sekaligus mengakibatkan noise dan vibrasi jauh berkurang. Di sisi lain,gesekan yg berkurang tadi jua berpotensi mempertinggi tenaga menjadi akibatnya output power dapat terdongkrak (mempertinggi performa).Mesin New Mio M3 125 ini lebih bertenaga dan responsif dengan teknologi minim gesekan,offset cylinder yg pas, rancangan CVT dan settingan gear rasio yg baru,ditambah dengan adanya turbo fan.

Memaksimalkan sistem pendinginan
Agar panas mesin dapat dilepas dengan cepat, maka Blue Core telah menganut desain terali silinder yg lebih tipis dan kedap. Sistem pendingin jua bekerja secara aktif menyemprotkan oli jet piston cooler ke bagian atas bawah piston yg berfungsi melepas suhu panas pada ruang pembakaran mesin.Sebagai nilai tambahnya, Blue Core jua didukung dengan teknologi balap Yamaha berupa Diasil Cylinder dan forged piston yg diklaim 3 kali lebih awet dari silinder dan piston konvensional, 3 kali lebih bertenaga alasannya terbuat dari alumunium dan silikon dan 3 kali lebih ringan dari besi.Mesin permanen handal meski terus menerus digunakan dalam jangka waktu yg lama.

Ramah lingkungan
Blue Core jua menganut penyempurnaan meliputi beberapa ubahan pada desain katup dan injektor bahan bakar. Dengan pembakaran yg mendekati tepat,emisi gas buang yg didapatkan jua semakin sedikit, menjadi akibatnya lebih ramah ke lingkungan.Sederhananya dengan Blue Core,proses pembakaran menjadi lebih tepat,bensin lebih irit,jarak tempuh menjadi lebih jauh.Namun biarpun irit,mesin permanen bertenaga alasannya Blue Core menjadikan suhu mesin lebih stabil.Sehingga performa mesin pun menjadi lebih maksimal.Sudah irit kencang lagi.Efisien,bertenaga dan handal ialah kebutuhan sempurna untuk menghemat waktu dan pengeluaran kita.

BACA JUGA :  Malam Minggu Meriah di Surabaya bersama Mio S Roadshow Concert Featuring Isyana

Inilah 3 kunci utama pada teknologi Blue Core ini menjadi akibatnya sanggup memproduksi tenaga lebih semakin tinggi dengan konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.Sedangkan fitur tambahan lainnya yg ikut menunjang penampilan New Mio M3 125 ini semakin trendy ialah

Yamaha New Mio M3 125 Blue Core hadir dengan konsep desain mutakhir yg aktif dan compact.Dari sisi penampilan New Mio M3 125 memiliki garis body yg tajam,berkarakter tegas 'M' style.Desain body dengan sentuhan aerodynamis multi layer ditambah tekstur body bermotif karbon menawarkan sentuhan sporty dan berkelas.Ditambah dimensi kompak dengan bodi ramping -diadaptasi dengan postur orang Indonesia- dan bobot paling ringan dikelasnya (88 kg khusus CW) menciptakan New Mio M3 125 semakin nyaman dikendarai.Lampu depan dengan desain berkarakter 'M' style (yg adalah insial Mio) dan imbas smoke pada lampu belakang menciptakan tampilan New Mio M3 125 terlihat sporty. Ditambah kualitas jok yg nyaman dan paling lapang dikelasnya dan desain penopang 'm' style pada ujung jok yg nyaman digenggam.Kapasitas bagasi yg luas (10.1 liter) yg memiliki kegunaan untuk menyimpan perlengkapan berkendara dan dilengkapi dengan inner pocket dan gantungan dibagian depannya.

Kapasitas tangki BBM yg sanggup menampung 4.2 liter bensin menjadikan terbesar dikelasnya yg dapat menciptakan jarak tempuh lebih jauh,lebih dari 200 km didasarkan  hasil uji dengan kecepatan rata rata 50-60 km perjam.
Speedometer dengan desain mutakhir yg mudah dibaca dan informatif dilengkapi dengan eco indicator yg memandu pengendara untuk berkendara ekonomis BBM.Eco Indicator ini akan menyala ketika pengendara ;membuka putaran gas secara perlahan,berada dikecepatan 20 – 60 km/jam dengan kecepatan stabil dan kontinu.
Speedometer dengan desain mutakhir yg mudah dibaca dan informatif dilengkapi dengan eco indicator yg memandu pengendara untuk berkendara ekonomis BBM.Eco Indicator ini akan menyala ketika pengendara ;membuka putaran gas secara perlahan,berada dikecepatan 20 – 60 km/jam dengan kecepatan stabil dan kontinu.

Fitur Smartlock System yg memudahkan bagi pengendara untuk mengunci rem hanya dengan 1 jari ketika ingin berhenti pada tanjakan atau jalanan yg menurun.Mudah dan simpel.Sedangkan fitur Smart Sidestand Switch berfungsi mematikan mesin secara otomatis ketika baku samping diturunkan.Aman dan informatif dengan lampu indicator pada speedometer akan menyala bila side stand belum dinaikkan.

Dengan segudang keunggulannya,New Mio M3 125 ini ternyata masih cocok menenggak bensin baru dari Pertamina yaitu Pertalite. Apalagi kombinasi teknologi Blue Core yg terbukti irit,sinkron dengan kelebihan Pertalite misalnya memiliki nilai oktan tinggi,pembakaran yg efisien,tidak menimbulkan kerak karbon pada raung bakar,ramah lingkungan dan mesin lebih bertenaga dan halus menjadi akibatnya pengguna New Mio M3 125 semakin dimanjakan dengan performa motor yg lebih mantap dan biaya pemakaian bahan bakar yg lebih ekonomis.

Berdasarkan pengujian,jika dibandingkan dengan varian matik Yamaha sebelumnya yg telah dengan teknologi injeksi misalnya Mio J kepunyaan saya diatas,teknologi Blue Core dapat menciptakan skutik jadi lebih irit sampai 20 %.Sementara jika dibandingkan dengan motor skutik yg dengan karburator selisih jarak efisiensinya jadi lebih besar lagi yakni lebih kurang 50 %.

Tidak diragukan lagi,inilah jawaban dari pencarian efisiensi yg saya lakukan implikasi implikasi dari fluktuasi harga BBM selama ini.Sudah saatnya saya wajib buang jauh jauh anggapan bahwa motor kencang itu haus BBM,sedangkan motor irit BBM itu loyo tenaganya.Skutik Mio J saya saja yg belum lama menenggak Pertalite telah terasa iritnya,apalagi New Mio M3 125 yg menggusung teknologi mutakhir Blue Core tentu dapat lebih irit lagi tanpa mengurangi performanya.Nah,sambil menunggu kehadiran Pertalite pada SPBU langganan saya,ada baiknya saya mempersiapkan dana untuk melakukan 'tukar tambah' Mio J saya dengan New Mio M3 125 ini pada dealer Yamaha.Sudah tidak sabar cita rasanya,saya ingin merasakan duet mantap skutik Blue Core Yamaha dengan Pertalite yg akan memproduksi tenaga lebih kencang tetapi permanen irit bbm dan usia mesin lebih lama dan handal dengan biaya pemakaian terjangkau untuk mendukung kegiatan harian saya.

Info Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *