Haruskah Saya Berpaling Pada Yamaha Mio S

Posted on

Haruskah Saya Berpaling Pada Yamaha Mio S
"Jila memang ini ujungnya ..aku akan permanen setia.. "

Lirik lagu isyana yang satu ini memang dalam ya… Sedalam perasaan aku kepada juleha. Juleha Motor Yamaha Mio keluaran tahun 2005.

Saya beri nama Juleha sebab aku pernah jatuh waktu mengendarai juleha dan setelah jatuh stangnya sempat tidak bisa lurus ke depan tapi sedikit nengok ke sebelah kanan misalnya juling sebelah, jadilah panggilannya juleha. Sebelum sempat diperbaiki, tuh motor sempat jatuh lagi dengan posisi stang nengok ke arah kiri, akhirnya malah posisinya jadi normal tanpa wajib diperbaiki ke bengkel.

Kalau ngomong motor matic aku yakin, semua orang mutlak menyebut Mio duluan. Sepertinya nama Mio sudah melekat erat.

Juleha, motor berwarna biru belia yang aku beli dengan cara dicicil merupakan keliru satu benda bersejarah.

 Selain motor yang pertama kali aku punya, juga dicicil memakai honor pertama aku.

Mobilitas aku yang tinggi waktu itu menyebabkan aku menentukan mio menjadi indera transportasi. Saat itu, pagi hari aku bekerja menjadi pengajar kepada sekolah, siang hari menjadi guru bimbingan belajar, dan selepas magrib masih wajib menjadi guru belajar khusus ke tempat tinggal.

Karena juleha,maka pindah lokasi kemana saja jadi mudah.  Dan tentu saja mini penggunaan jadinya sebab nir perlu mengeluarkan ongkos lebih banyak buat membayar angkutan awam.
Dulu masih membayar cicilan sebanyak 300 ribuanlah selama tiga tahun.

12 tahun berlalu, juleha mio 2005 masih baik-baik saja, masih bisa aku pakai kemana-mana. Sementara beberapa rekan aku yang memakai motor dengan tahun yang sama sudah berganti beberapa kali. Tak jarang mereka menertawakan kesetiaan aku kepada juleha.

Bukan pelit buat mengeluarkan uang beli yang baru, tapi terlalu banyak cerita yang aku lewatkan dengan juleha dan aku tipe orang yang tidak akan mudah berganti barang apabila memang sudah cocok.

Hingga menikah ,punya anak satu dan punya anak 2, juleha menjadi saksi bisu bepergian hidup aku.

Tak pernah terpikir buat berganti motor sedikitpun hingga kemudian penampakan Yamaha  Mio S kepada sebuah baligho ini terlihat waktu aku sedang dalam bepergian.

Isyana sarasvati tampak mengendarai motor Yamaha Mio S.  Isyana adalah seseorang penyanyi bertalenta yang dengan suara  yang merdu dan lagunya mudah dihapal bukan cuma anak belia tapi aku emak-emak beranak 2. Padahal aku sudah jarang mengikuti lagu-lagu anak belia sekarang, tapi lagu perdana Isyana bikin aku jatuh cinta.

BACA JUGA :  Inovasi Cerdas & Canggih Bernama Mio S

Gadis belia nan anggun ini hebat sekali, belum 5 tahun hadir sudah mampu disejajarkan dengan diva yang lain. Perpaduan wajah yang anggun, lagu dengan lirik yang asyik dan bawaan diri yang menarik adalah milik Isyana yang sepertinya ingin menerjemahkan misalnya itulah Yamaha Mio S Isyana.

Kehadiran Yamaha Mio S kepada akhirnya menarik mata dah hati aku. Sekilas saja aku sudah jatuh hati. 

Namun, apakah ini ujung dari bepergian aku dengan juleha mio 2005? Haruskah aku berpaling kepada Yamaha Mio S?

Tak kenal, maka ya ayo kita kenalan dulu,biar jadinya sayang. Sayapun menjambangi keliru satu show room Yamaha kepada kawasan Rancaekek Kabupaten Bandung buat melihat Yamaha Mio S lebih jauh.

"Hitam Putih perlu ,Janji kita menunggu tapi kita tidak mampu..
Seribu satu cara kita lewati buat dapati semua jawaban ini"

Lirik lain kepada lagu Isyana selanjutnya misalnya mewakili tampilan Yamaha Mio S yang aku lihat kepada show room. Warna yang ditampilkan Yamaha S Mio terdiri dari hitam dalam smart black, putih diwakili strong white, ada juga Special Green, dan Spirit red

Namun aku coba hanya melirik sedikit kepada yamaha Mio S ini sebab bagaimanapun aku terlanjur janji dalam hati buat permanen bareng juleha hingga kapanpun juga, sayangnya keelokan yamaha Mio S ini luar biasa.

Hmm..jangan tertipu oleh tampilan aku wajib menggali lebih dalam lagi kehebatan Yamaha Mio S ini apabila memang akan dipilih buat menggantikan juleha. Mari kita cari  warta lagi buat mengetahuinya.

Pertama aku melihat bodinya dulu. Waw, ternyata lebih ramping ya Bodi Yamaha Mio S ini. Dengan bodi ramping  ini aku membayangkan tentu Yamaha Mio S akan gesit menyalip sana sini apalagi waktu sedang terjebak kemacetan. Itu adalah keliru satu kelebihan yang wajib aku pertimbangkan buat mencari pengganti Juleha. 

Jikapun wajib melewati gang maka sepertinya dengan kerampinganya Yamaha Mio S tidak akan kesulitan melewatinya.  

Tatapan aku arahkan ke ruang pijakan kaki.Perjalanan jauh dari kabupaten Bandung tempat aku tinggal menuju kota Bandung tempat aku bekerja memerlukan waktu yang lama.  

Aika ruang pijakan kaki nir nyaman maka dijamin kita takkan betah berlama-lama kepada jalan. Saya melihat Yamaha Mio S memiliki ruangan pijakan  luas, sepertinya ketenangan pun dipertimbangkan benar oleh yamaha.

Saya melirik-lirik lagi. Kali ini padangan aku arahkan kepada Bannya. Ternyata Yamaha Mio S ini memiliki ban tapak lebar.  Namun meski lebar tidak tampak jadi gendut ya? Selain itu bannya juga jenis ban tubeless .

BACA JUGA :  Plus Minus Honda BeAT & Yamaha New Mio

Saya jadi jangan lupa betapa sedih apabila aku sedang terburu-buru,atau sedang kerepotan membonceng anak, tiba-tiba bannya juleha bocor. 

Mana tempat tambal ban jauh, tentu berat apabila wajib mendorong motor apalagi waktu terik mentari atau melewati hujan badai. 

Dengan Ban yang tubeless jikapun hal tersebut terjadi maka kita tidak perlu panik sebab ban motor akan aman buat permanen jalan selama beberapa jam minimal hingga menemukan  tukang tambal ban.

Nah, selain pernah mencicipi kepedihan mendorong motor waktu bannya bocor, aku juga jangan lupa sebalnya mendorong motor gara-gara bensinnya habis.

 Kalau sedang beruntung maka pengendara yang lewat dan perduli dengan keadaan kurang lebih akan berhenti dan menunjukkan bantuan dengan menbantu menyetep . Menyetep adalah bantuan dorongan kepada kanlpot kita dengan kaki si penolong . Posisi mengendarai motornya kepada belakang kita ,kita hanya duduk manis saja hingga SPBU.

Tapi menunggu keberuntungan itu tentu bencana langka .Yamaha Mio S dibekali dengan lampu Hazard,  dengan lampu ini kita bisa menandai orang kurang lebih apabila kita sedang ada dalam keadaan darurat. 

Dengan menerangkan itu tentu orang kurang lebih akan menyadari kesulitan kita. Ini semua sistem keamanan yang dari dengan Undang Undang No. 22 tahun 2009 perihal Aturan Lalu Lintas pasal 121 ayat 1.

Bayangkan jua kalau bencana habis bensin itu terjadi kepada jalan yang menanjak. Betapa tenaga yang akan dikeluarkan menjadi berlipat.

Sepertinya aku bisa tenang apabila memakai Yamaha Mio S sebab ada Smart Lock System. Dengan sistem ini waktu tanjakan atau turunan cukup kita tahan dengan satu jari saja, sistem berjalan mengunci menjadi akibatnya otomatis kendaraan nir turun atau naik dengan sendirinya. Hingga bantuan datang aku bisa sedikit tenang.

Memang,  Kadang aku males banget bolak-balik ke SPBU, bawaaanya ah tar aja deh  isi bensinnya.  Eh memahami-memahami bensinya dah abis. Nah ternyata Yamaha Mio S memiliki tangki yang besar.Tangki Bensinnya muat hingga 4.2 Liter.  

Dengan besar tangki ini kita tidak perlu isi bensin berkali-kalilah.  Mana mini penggunaan lagi Yamaha Mio S ini. Kenapa bisa dikatakan Mio S mini penggunaan ? Penyebabnya sebab Mesin Blue core 125 CC yang dimiliki Yamaha S Mio . Dengan efisiensi mesinya mampu memproduksi ekonomis BBM hingga 50% ! WAW!! Cocok nih buat emak-emak . Uang buat bensin bisa kepada belikan bedak. 

BACA JUGA :  Yamaha Mio Low Rider berdasarkan Malang

Selain itu tenaga yang didapatkan mengalami goresan yang sangat minim akibatnya suhu mesin stabil  ,  handal kepada forged piston, diasil Sylinder.  

  Bagaimana dengan penerangannya selain lampu hazard? Saya mengecek juga pastinya sebab ini krusial. Ternyata Yamaha Mio S dibekali lampu LED warna putih dan kuning disesuaikan dengan fungsi pengunaan waktu siang maupun malaDengan lampu ini maka kita akan mendapatkan penerangan yang baik apabila sedang melewati jalan kepada gelap malam  hari .   

Penerangan aporisma sangat diperlukan buat menghindari kecelakaan waktu siang maupun malam tentunya.

Tahukah anda bahwa emak-emak itu kalau sedang kerepotan suka nir penekanan dan bisa lupa menyimpan barang?  Kebayangkan belanja ke supermarket, bawa barang banyak, begitu hingga parkir,eh lupa memarkir motor kepada mana. Masa iya wajib nunggu semua motor pergi? bisa pulang tengah malam. 

Nah, Yamaha Mio S  membantu emak-emak misalnya aku dengan membekali dengan Answer Back System. Begitu lupa akan posisi motor tinggal pijit maka akan terdengar suara yang memberitahuakn keberadaan motor kita.

Ngomong-ngomong soal berpergian, perempuan itu bawaannya suka segambreng.  Yamaha Mio S memiliki Bagasi Luas dan Lega. Cukup buat menampung barang bawaan banyak.

Ada yang menarik lagi nih kepada spedometer Yamaha Mio S yang merupakan New Speedometer dengan Eco Indicator.    Indikatornya sangat ekonomis. Dalam penggunaan bbm memproduksi eco lingkungan pun terjaga nir memproduksi emisi  yang hiperbola menjadi akibatnya tentu saja lebih ramah lingkungan.

Dari semua gambaran kepada atas sepertinya aku akan berpikir ulang buat permanen bertahan dengan juleha.  

Dengan syarat jalan yang tidak sinkron dibanding waktu aku membeli juleha kepada tahun 2005 ,dan dengan segala laba yang dimiliki oleh Yamaha Mio S, maka aku layak berpaling kepada Yamaha Mio S tanpa perlu melepas juleha.

Meskipun sudah emak-emak, aktifitas aku dalam berkendara motor masih tinggi, dan sayapun ingin misalnya Isyana yang Smart and sophisticated.

 Biarlah juleha permanen menjadi benda yang penuh kenangan menjadi motor Mio pertama aku.  Dan dengan sejuta sejarahnya mio ini akan selalu lekat kepada jiwa.

"Jila memang ini ujungnya… Kau kan selalu ada kepada dalam jiwa."

Laksana lirik lagu Isyana..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *