Kinerja turun, jadi bukti Yamaha & Honda tidak lakukan kartel

Posted on

Kasus dugaan kartel yg menyeret dua pabrikan otomotif raksasa sumber Jepang yakni PT Astra Honda Motor (AHM) serta PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghasilkan keduanya geram. Kedua pemegang merek Honda (AHM) serta Yamaha (YIMM) masing-masing membantah.

Wakil Presiden Direktur YIMM, Dyonisius Betty menyebut jika pihaknya bersama AHM tidak melakukan kongkalikong terhadap harga sepeda motor matik. Dia berdalih, jika benar melakukan praktik kartel, maka kinerja perusahaannya tidak bakal turun serta tetap stabil.

"Ini Yamaha malah turun kan. Laba Yamaha juga sangat kecil," kata Dion usai menjalani persidangan di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (26/7).

Hal senada juga diungkapkan oleh Asisten GM Marketing Yamaha Indonesia, Mohammad Masykur. Dalam 3 tahun terakhir, penjualan Yamaha mengalami penurunan yg cukup signifikan.

"Tahun 2014 sebesar 2,371,082 unit, tahun 2015 turun sebagai 1,798,630 serta semester I 2016 sebesar 719,302," kata Masykur kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (30/7).

"Masa sulit dialami kepada saat krisis 1998 serta mulai naik lagi demandnya setelah 2001. Namun mulai semester 2 tahun 2014 demand sepeda motor mulai menurun sampai sekarang," sambungnya.

Kendati mengalami penurunan, penjualan skuter matik justru menyumbang kenaikan. "Komposisi model yg mengalami kenaikan merupakan skuter matik yg 2015 kontribusinya 57,7 % sebagai 69 % di 2016," jelasnya.

Grafik menurun yg dialami oleh YIMM juga dialami oleh AHM. Meski mengalami penurunan, namun pangsa pasar AHM justru melonjak.

Dilansir Astra-Honda.com, AHM berhasil mengakhiri 2014 menggunakan mencetak nomor penjualan sepeda motor Honda sebesar 5.051.100 unit atau pencapaian pertama dalam sejarah penjualan tertinggi Honda di mayapada. Pencapaian ini juga mengukuhkan kepemimpinan Honda di pasar motor nasional menggunakan 64,2 % pangsa pasar.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional hanya tumbuh 1,2 % dari 7.771.014 unit kepada 2013 sebagai 7.867.195 unit kepada 2014. Kinerja penjualan sepeda motor Honda tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pasar nasional yaitu sebesar 7,5 % dari 4.700.871 unit kepada 2013 sebagai 5.051.100 unit.

Penyumbang terbesar penjualan sepeda motor Honda ini berasal dari 5 model terlaris yaitu Honda BeAT FI sebesar 2.117.948 unit, Honda Vario series sebesar 1.454.685 unit, Honda Supra series sebesar 368.159 unit, Honda Revo series sebesar 322.682 unit, serta Honda Scoopy sebesar 285.830 unit. Kelima model ini sekaligus sebagai model terlaris di setiap segmen masing-masing di pasar motor nasional.

Sementara tahun 2015, AHM mencatat pangsa pasar sebesar 68,7 % atau tumbuh 4,5 % dibandingkan tahun sebelumnya melalui penjualan sebesar 4,45 juta unit. Pencapaian ini ditopang oleh semakin kuatnya penetrasi motor Honda di setiap segmen menyusul meningkatnya kepercayaan warga terhadap produk serta layanan terbaik yg diberikan perusahaan di tengah beragam tantangan di industri otomotif.

Berdasarkan data yg diolah dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang tahun 2015 penjualan motor nasional mengalami penurunan 17,6 % atau hanya mampu terjual 6.480.155 unit jika dibandingkan menggunakan data penjualan 2014 yg mencapai 7.867.195 unit.

Sedangkan kepada semester I-2016, penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar 7 % sebagai 3 juta unit. Sementara penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor(AHM) mengalami kenaikan 1 % sebagai 2,2 juta unit, sehingga pangsa pasarnya meningkat dari 67 % sebagai 73 %. AHM telah meluncurkan tiga model baru serta tujuh model revamped selama periode ini.

"Tantangan kepada semester pertama tahun ini yg berasal dari pelemahan harga komoditas serta permintaan terhadap alat berat, penurunan volume bisnis kontraktor pertambangan serta peningkatan kredit bermasalah di Permata Bank masih akan dirasakan hingga akhir tahun. Kendati demikian, kami berharap kinerja dari bisnis pembiayaan konsumen serta otomotif masih solid," kata Presiden Direktur AHM, Prijono Sugiarto.

Gambaran tersebut kentara tanda jika kinerja dua pabrikan negeri sakura tersebut tidak stabil serta mengalami pasang surut. Sehingga bantahan YIMM bahwa pihaknya bersama Honda melakukan kartel merupakan tidak benar. Namun, seluruh itu akan diputuskan kepada output sidang yg sudah dilakukan kepada Selasa (26/7) lalu.

"Bagaimana kita melakukan kartel? bisa lihat sendiri penjualan kita naik turun," tutup Masykur. [idr]Kinerja turun, jadi bukti Yamaha & Honda tidak lakukan kartelImage source: http://owrider.files.wordpress.com/2014/08/ninjrot.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *