Ini Hasil Pengujian Honda CRF 150L kepada Habitat Aslinya

Posted on

Liputan6.com, Bandung – Astra Honda Motor (AHM) menyampaikan kesempatan bagi jurnalis buat menjajal Honda CRF 150L lewat test ride yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/11). Ini merupakan kali ke 2 bagi Liputan6.com sehabis melakukan first ride di tempat Pagedangan, Tangerang, Banten, kepada 9 November 2017.

Bedanya, ketika pengetesan pertama di Pagedangan dilakukan di trek buatan. Meski begitu, terdapat poly rintangan yang bisa dibilang cukup buat merasakan performa motor sekaligus kemampuan mengendarai tunggangan.

Rintangan yang tersaji di lintasan 100 % tanah ini cukup lengkap, mulai asal bergelombang, trek panjang bersama kondisi mulus, tanjakan terjal, turunan curam, hingga kubangan.

Namun, kondisi 100 % tidak sinkron tersaji di Bandung. Berlangsung di tempat Dago, CRF 150L sungguh disiksa di tempat asal aslinya, yakni daerah pegunungan.

Sebelum memulai bepergian, kami mengenakan riding gear misalnya helm plus google, sarung tangan & sepatu motor trail. Agar tambah paling aman dikenakan pula protektor dada, sikut & lutut. Setelah itu kami melakukan stretching buat menghindari otot tegang.

Kesan pertama kami ketika melihat motor ini cukup jangkung. CRF 150L mempunyai dimensi panjang 2.119 mm, lebar 793 mm, & tinggi 1.153 mm. Sementara jeda sumbu roda & jeda tempat duduk masing-masing 1.375 mm & 869 mm, bersama jeda terendah ke tanah 285 mm.

Akan tetapi, ketika diduduki sang penguji Liputan6.com yang mempunyai tinggi badan 175 bersama bobot 92 kg, shock belakang misalnya amblas. Itu menjadi isyarat kalau suspensi belakang mempunyai daya redam yang cukup baik. Kedua kaki pun bisa menapak ke tanah bersama paripurna.

Diangkatnya bendera start sang Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya menjadi indikasi dimulainya "Fun Off Road Touring with Honda CRF 150L". Kami pun tertentu tancap gas ke Bukit Moko menjadi titik pemberhentian pertama.

Untuk menuju lokasi ini, kami melewati jalur on road berupa aspal & beton. Boleh dibilang lokasi ini menjadi awal penyiksaan CRF 150L lantaran terdapat beberapa titik tanjakan. Saking terjalnya, motor tak sanggup naik memakai gigi 2.

Sesampainya di Bukit Moko, teknisi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) mengurangi tekanan ban. Artinya jalur off road segera dimasuki.

Perjalanan balik  dilanjutkan, tapi kali ini turunan curam yang mesti dihadapi. Rem cakram Wavy Disc 240 mm di depan & 220 mm di belakang milik CRF 150L begitu pakem. Saat melewati turunan curam ini tentunya sangat berbahaya kalau terlalu poly ngerem, sang lantaran itu kami mengarah memanfaatkan engine brake asal gigi satu.Ini Hasil PengujianImage source: https://www.bandungmitsubishi.com/wp-content/uploads/2017/08/055553500_1500223372-Small_MPV__moving.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *