Honda GL-100 Tahun 1980-an Nendang Berkat ASPIRA

Posted on

Setelah bekerja beberapa tahun, aku kembali melanjutkan kuliah. Dalam rangka kebutuhan kuliah itulah aku membutuhkan sepeda motor buat menunjang aktivitas dan mobilitas selama kuliah mirip berkunjung ke tempat tinggal teman dalam rangka diskusi, belajar dengan dan mengerjakan tugas kelompok. Karena belum sanggup membeli motor baru, akhirnya aku melihat iklan penjualan motor bekas di sebuah koran Ibu Kota yang terkenal paling banyak iklannya. Setelah mengeliminasi berbagai pilihan dan kemungkinan, pilihan aku jatuh kepada Honda GL-100 tahun 1980-an. Pilihan ini karena aku sangat menyukai sepeda motor pria yang memakai kopling, penjualnya pun berada tidak jauh dari tempat tinggal aku dan yang terpenting harganya murah yaitu Rp2 juta, terjangkau bagi kantong aku.

Saat melihat motornya secara langsung memang terdapat beberapa kelengkapan motor yang masih harus diperbaiki bahkan diganti mirip rem, perkabelan dan lampu-lampu, gir dan rantai, aki dan beberapa kelengkapan lainnya. Setelah melakukan tes drive dan menyidik kelengkapan surat-surat, sayapun memutuskan buat jadi membeli motor tadi. Jadilah aku memiliki Honda GL-100 keluaran tahun 1980-an.

Saat tanggal gajian datang, aku segera membawa Honda GL-100 ke bengkel terdekat buat diperbaiki. Sang Mekanik menyidik motor aku dengan teliti buat mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dan bila perlu diganti mirip spare part, onderdil dan suku cadangnya. Saya ingin Honda GL-100 tadi lebih nyaman dan bertenaga waktu dipakai buat jeda yang agak jauh sekalipun. Mekanik pun menyampaikan saran apa saja yang harus diganti supaya Honda GL-100 aku lebih nyaman dan mantap. Penilaian aku apa saja yang akan diganti terkait motor tadi tidak berbeda jauh dengan pendapat mekanik, hanya terdapat sedikit tambahan yang menurut aku masuk logika buat menaikkan kinerja motor yang telah relatif tua tadi.

Saat aku menanyakan merk apa yang akan digunakan buat motor aku terkait onderdil, spare part dan sparepart yang diperlukan, mekanik menjawab bahwa terdapat merk cina dengan harga yang murah tetapi kualitasnya kurang rupawan. Sayapun bertanya adakah merk yang rupawan akan tetapi relatif murah? Sang mekanik menjawab pakai merk ASPIRA saja dari Astra, harganya tidak terpaut jauh tetapi kualitasnya terjamin dan tahan usang, apalagi sepeda motor aku ialah merk Honda sehingga paling cocok bila memakai merk ASPIRA. Saya lantas teringat sebuah iklan ASPIRA yang diperankan oleh komedian Mandra, Motornya Honda, ya ASPIRA pakainya! Hal ini makin meyakinkan aku lalu memutuskan memakai merk ASPIRA. Mekanik pula memberitahukan bahwa merk ASPIRA kini pula bisa digunakan oleh berbagai merk sepeda motor mirip Suzuki, Yamaha dan Kawasaki. ASPIRA kini semakin lengkap.

Sorenya waktu kembali ke bengkel, motor Honda GL-100 aku telah siap. Setelah distarter mesinnya langsung hidup, tampak beda sekali dengan sebelumnya. Lampu-lampu bersinar kentara, bunyi motor lebih halus, tidaka terdapat lagi asap putih yang keluar dari knalpor, singkatnya Honda GL-100 terlihat lebih prima meskipun usianya telah tua. Saat aku mengetes mengendarainya, motor Honda GL-100 jauh lebih nyaman dari sebelumnya dan tarikannya lebih mantap.

Akhirnya Honda GL-100 yang lumayan tua tadi selalu menemani aku kemanapun pergi. Meskipun telah cukup tua, tetapi dengan sparepart, spare part dan onderdil dari ASPIRA, motor aku jadi makin mantap dan malah terkesan klasik. Dipakai bolak-balik Tanjung Priok Jakarta Utara-Bintaro Jaya Jakarta Selatan tidak pernah mogok meskipun dalam keadaan hujan. ASPIRA menghasilkan motor aku yang telah berumur sebagai lebih Nendang, mantap dan nyaman dipakai.Honda GL-100 TahunImage source: https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/jualodev/original/59220/1325037947_295055693_1-Gambar–HONDA-GL100-MODIF-CB.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *