Hatur Nuhun) Honda Vario 150 Sempurna, Kompasiana dan Dealer MPS

Posted on

Sabtu, 28 Mei 2016

Sore itu istri aku mengajak ngobrol berfokus perihal banyak pertanyaan asal rekan guru terhadap adat aku yang selalu ke mana-mana membawa ponsel pintar serta seringnya berkutat di depan komputer. Bahkan ada pertanyaan yang masuk lewat istri aku yang mengatakan tak adakah kesibukan aku selain membuka HP & komputer serta banyak pertanyaan lain yang sungguh sedikit membentuk aku sedih karena kok dapat-bisanya beberapa rekan guru mengajukan pertanyaan itu, padahal sejatinya aku tak mengganggu mereka, tak memakai uang mereka bahkan tak menghabiskan waktu mereka. Sungguh ini membentuk aku sedih. Pada akhir kalimat istri aku mengatakan bahwa ada guru yang bilang: " Emang cuman pak Encep doang yang punya ponsel pintar"?. What….. Gokil ini rekan-rekan aku.

Saya hanya dapat terdiam sejenak & berkata lirih dalam istri: "Mengapa tak mamah katakan dalam mereka, tak punyakah mereka kesibukan selain mengusili adat bapak?". Istri aku hanya mengangkat bahu. Sungguh kondisi ini membentuk aku sedih dengan sikap rekan guru yang seharusnya bijaksana dalam bersikap & menyikapi adat orang.

 Akhirnya aku hanya ungkapkan kekesalan ini kepada istri dengan membaca puisi panjang di depannya,"Mamah, tahukah mamah. Bahwa lewat ponsel ini aku mengaji, mencari informasi, membaca warta bahkan aku belajar marhaban lewat ponsel ini. Lalu di mana letak kesalahan aku dengan aktifitas mobile ini oh mamah".Istri menatap heran dalam aku, "Mengapa marah dalam aku bapak…?". Kesal akuh.

Minggu, 29 Mei 2016

Pada sore hari juga, seusai BBS (Bobo-bobo siang) aku sholat ashar & melanjutkan wiridan singkat & membuka ponsel yang kemudian membentuk aku tersentak karena begitu banyak notifikasi yang masuk yang semuanya mengucapkan selamat kepada aku. Sesaat membuka terperinci notifikasi tersebut bibir aku menjadi kelu & hanya mampu berteriak kepada istri yang tengah menyetrika busana, "Maaaaah, tolong bacain ini maah". Istri aku yang memang asal sononya kagetan berteriak lantang, "Siapa yang meninggal pak…". Anak lelaki aku yang juga kaget merampas ponsel & kemudian tertawa sesaat usai membaca "Inilah Pemenang Honda Vario 150 Sempurna & 5 pemenang favorit". Istri aku bersujud syukur walau tadinya ia kaget melihat suaminya tak mampu berkata-kata.

Saya juga tak habis bersyukur kepada Allah SWT, selalu saja disaat hati sedih karena tudingan negatif tentang aktivitas menulis; Allah mengirimkan jawabannya lewat yang akan terjadi kerja keras menulis selama ini di kompasiana. Saya ingat dulu sebelum kunjungan ke pabrik Deltomed di Solo, ada seorang guru yang mempertanyakan dengan nyinyir dapat apa asal aktivitas menulis di kompasiana. Allah mengirimkan jawabannya lewat selembar tiket pesawat kunjungan gratis ke Solo & sekitarnya yang copian tiketnya eksklusif aku tempel di ruang Guru, Sadis akuh ya…! hehehe

Saya juga ingat aktivitas motoin murid, mendapat cibiran dengan mengatakan aku aki-aki narsis yang masa kecilnya tak senang, kesedihan itupun dijawab lewat kemenangan aku dalam lomba photo essai & review Sony Xperia dengan menyabet 1 hadiah Sony Xperia C5 Ultra yang lagi-lagi pengumumannya aku tempel di tempat kerja guru menjadi jawabannya. Kali ini akuh sadis kuadrat ya..!

Tapi inilah mungkin dinamika kehidupan dalam suatu komunitas warga banya, ada riak, ada gelombang… & semoga aku selalu bersabar karenanya.

Bully aku lagi dong….biar juara lagi heheheh..

Hatur Nuhun Honda Vario 150 Sempurna, Kompasiana, sahabat kompasianer & Dealer MPS Pandeglang.

Melalui postingan kali ini perkenankan aku kompasianer Tubagus Encep mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak AHM (Astra Honda Motor) yang telah berkenan menyampaikan kesempatan kepada aku untuk memiliki, menikmati serta mencicipi kesempurnaan eksklusif Honda Vario 150 Sempurna & tidak perlu lagi membuatkan pinjam dengan keponakan aku yang telah lebih dulu memiliki Honda yang sama.

Semoga Honda Vario 150 Sempurna ini akan semakin memudahkan aktifitas aku baik menjadi guru maupun menjadi penggemar produk Honda, alhamdulillah juga kini aku tak perlu lagi berebut pakai Honda Vario 108cc yang telah aku miliki sebelumnya dengan anak aku. Anak aku pakai Honda Vario 108 & bapaknya kesenengan dengan Vario 150 Sempurna. Bapak yang licik akuh ya…!

Kepada kompasiana tak habis aku mengucap ribuan terima kasih, karena bukan saja telah memberi sarana belajar menulis bagi aku tetapi juga menyampaikan kesempatan kepada aku mengenal lebih luas global luar yang rasanya sulit aku gapai sebelum bergabung dengan kompasiana. Saya yang dulu orang kampung yang tak mengenal apa itu emol (mall, red) kece di Jakarta, berkunjung ke berbagai kementerian, jadi mengenal apa itu kafe keren di Jakarta, bergaul dengan orang-orang hebat di kompasiana, hingga berjabat tangan dengan menteri seperti kata sahabat Thamrin Sonata.

Terima kasih juga aku ucapkan kepada para sahabat kompasianer yang telah membimbing aku (baik eksklusif maupun tidak eksklusif), aku suka tertawa sendiri bagaimana dulu ketika belum pernah menjuarai satu eventpun aku meninggal-matian mengkaji gaya menulis para juara dengan membaca bahkan mencetak (print) tulisan mereka untuk aku pelajari dengan seksama. Sudah berapa kali aku intip tulisan Gapey Shandy, Rushan Novaly, Riana Dewie, Dewi Puspasari, Fajr Muchtar, Nanang Diyanto, Mas Agung Soni, hingga Mas Agun Han, Rahab Ganendra, teteh aku Ngesty Seto Moerni, & lainnya yang tak mungkin aku sebut semua, juga guru aku Tjiptadinata Effendi, mas Isson Khairul, tak lupa aabang aku Muhammad Armand & tentunya berguru lewat tulisan kang Pepih Nugraha di Nulis bareng Pepih.

Nuhun juga Honda MPS (Mitra Panglima Sejahtera) Pandeglang

Terima kasih tak terhingga aku sampaikan kepada abah H. Mohammad Aspuri HZ, owner Dealer Honda MPS Pandeglang beserta teh Anggi (Manajer Pemasaran) MPS yang dalam periode lomba berkenan membantu aku menyampaikan informasi sebanyaknya tentang Honda walau dalam akhirnya yang akan terjadi wawancara kita tak sempat ditulis menjadi tulisan ke 2 karena habisnya waktu deadline tulisan, tetapi setidaknya membuka wawasan aku tentang produk Honda Vario 150 eSP.  

Kesan mendalam itu tentu saja aku ungkapkan lewat menunjuk dealer Honda MPS Pandeglang ketika pihak pengelola kompasiana meminta nama dealer di mana aku harus merogoh motor hadiah lomba di kemudian harinya.

Penunjukkan dealer Honda MPS Pandeglang yang beralamat di jln. Jend. Ahmad Yani 188, bukan saja karena nama besar dealer tersebut yang kini telah memiliki 10 cabang di berbagai wilayah Pandeglang, tetapi usia dealer yang telah berdiri sejak 43 tahun silam & tentu saja memiliki pengalaman dalam pelayanan menjadikan alasan aku memilih Honda MPS Pandeglang tersebut.

Dealer Honda MPS yang juga memiliki sirkuit sendiri sejak tahun 2010 yang terletak di daerah Tapos, Cadasari Pandeglang, & berfungsi menjadi sirkuit GTX/MX an sering menjadi ajang kejurnas grastrack & motocross yang telah melahirkan berbagai pembalap kelas nasional. Sirkuit yang dikelola secara profesional oleh abah H. Mohammad Aspuri HZ ini memiliki fasilitas yang mumpuni untuk sebuah level sirkuit tetap di mana safety (keamanan) penonton sangat terjaga karena adanya pagar yang membatasi penonton ketika aksi crosser berlaga.

Terima kasih Allah SWT, terima kasih AHM, terima kasih Kompsiana, Honda MPS Pandeglang & sahabat kompsianer semua. 

Salam satu hati…..!

*) Hatur Nuhun = Terima kasihHatur Nuhun) Honda Vario 150 Sempurna, Kompasiana dan Dealer MPSImage source: http://assets.kompasiana.com/items/album/2016/05/05/2-jpg-572b796e4f7a61160c9f9858.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *