Bos Yamaha harap perkara kartel motor matik tidak pengaruhi ekonomi RI

Posted on

Executive Vice President Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YMMI) Dyonisius Betty meminta sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait kasus dugaan kartel persekongkolan harga bersama PT Astra Honda Motor (AHM) diputuskan secara adil. Dia berharap keputusan kasus dugaan kartel tersebut tak mempengaruhi iklim industri otomotif di Indonesia.

"Kita mengharapkan keputusan seadil-adilnya agar tidak mempengaruhi iklim ekonomi di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ujar Dyonisius di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/1).

Selain itu, kata Dyonisius, para investor dealer menunda perjanjian kerja sama bersama Yamaha karena adanya kasus dugaan kartel tersebut. Bahkan, seluruh karyawan Yamaha juga merasa resah bersama kasus dugaan kartel itu.

"Pihak luar negeri menyatakan bener enggak Yamaha harganya kemahalan. Kedua saya lihat bisnis partner dealer jadi ragu-ragu menunggu kasus ini sahih ada kartel atau tidak. Karyawan juga resah sahih tidak ada kartel, buat itu mereka ingin berkecimpung demo. Saya bilang percaya saja sama hukum di Indonesia," jelasnya.

Saat ini, Dyonisius mengaku Yamaha sedang melakukan ekspor motor ke seluruh negara karena permintaan konsumen di Indonesia mengalami penurunan. Presiden Joko Widodo juga pernah meminta Yamaha tak hanya fokus pasar domestik.

"Kita sampaikan ekspor tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 naik hampir 7 kali lipat. Di Indonesia menjadikan pusat produksi global. Sebetulnya kami minta pihak Jepang investasi disini, itu sesuai pemerintah Jokowi," pungkasnya. [sau]Bos Yamaha harapImage source: http://images.cyclenews.com/photogalleries/xlarge/crutchlowpreindy13.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *