80 Hari Keliling Dunia bersama Pesawat Perdana Honda

Posted on

Setelah menjalani tes terbang perdana pada 28 Juli 2014 & menerima sertifikat layak terbang dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat pada 8 Desember 2015, HondaJet HA-420 melakukan tur keliling global.

Pesawat pertama protesis pabrik Jepang yang lebih populer beserta produk tunggangan roda 2 & empat itu pun singgah pada Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Kunjungan tadi bukanlah bagian dari aktivitas promosi Honda. Indonesia menjadi keliru satu negara yang dikunjungi pasangan suami-istri asal Amerika Serikat, Julian & Kim MacQueen.

Mereka rupanya ingin mengikuti jejak Phileas Fogg & asistennya, Jean Passepartout, berkeliling global selama 80 hari dalam novel fiksi "Around the World in Eighty Days" karya Jules Verne.

Pasutri tadi menamai petualangan mereka "Around the World in 80 Stays" karena, tak seperti Fogg & Passepartout yang terburu-buru, Julian & Kim ingin istirahat sementara waktu pada wilayah yang mereka kunjungi buat melihat budaya setempat, sekaligus mengamati hotel-hotel pada wilayah itu.

Julian adalah pengusaha perhotelan asal Pensacola, Florida. Ia memiloti sendiri pesawat mini yang memulai perjalanan keliling 26 negara dari Pensacola International Airport pada 4 Agustus. Rencananya perjalanan berakhir beserta mendarat pada loka yang sama pada pertengahan Oktober 2017.

"Kami sangat menanti buat bertemu beserta poly orang yang menarik, & belajar tentang budaya & desain hotel pada setiap negara yang kami kunjungi buat dibawa balik  ke perusahaan hotel kami," kata Julian, pendiri & CEO Innisfree Hotels, dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id.

#TBT to the gracious hospitality we experienced in #Bangkok, #Thailand. Dinner at the Mango Tree on the #ChaoPhraya river was an unforgettable stop. Thanks, Veronica and Kasabol!

A post shared by Around the World in 80 Stays (@80days80stays) on Sep 21, 2017 at 6:54am PDT

Pesawat berharga US $4,5 juta (Rp60,22 miliar) tadi sudah dipesan Julian semenjak 10 tahun kemudian, setahun sehabis Honda Aircraft Company didirikan pada Greensboro, North Carolina, AS, pada 2006. Namun produk konkret pesanannya itu, dari Julian kepada Pensacola News Journal (28/7/2017), baru diterimanya pada Mei kemudian.

Keluarga McQueen mendapatkan HondaJet nomor 55 dari 57 unit pesawat yang sudah selesai diproduksi Honda sampai hari ini.

Pria berusia 67 tahun itu sudah mulai belajar menerbangkan pesawat semenjak berusia 16 tahun & terbang keliling global adalah impiannya semenjak usang.

"Ini seperti mewujudkan asa. Saya pikir, jikalau tak muncul pesawat seperti HondaJet, kami takkan berpikir buat melakukan ini," kata Julian kepada Fox 8.

"Pengalaman menerbangkan pesawat Knda sendiri ke loka-loka eksotis yang sebelumnya hanya dapat Knda baca, sungguh luar biasa bagi aku. Saya tak percaya seberuntung ini sampai dapat mempunyai kesempatan ini."

Dalam perjalanan dengan pesawat berkapasitas sampai enam penumpang itu, Julian mengajak istrinya, Kim, & Travis Holland dari Holland Aero, yang mengurusi perkara logistik sepanjang penerbangan mereka.

Indonesia adalah negara ke-13 yang didatangi pasangan itu sehabis Islandia, Irlandia, Portugal, Spanyol, Italia, Turki, Uni Emirat Arab, Nepal, Bhutan, Thailand, Kamboja, & Vietnam. Selanjutnya mereka akan terbang ke Australia, Jepang, Rusia, Kolombia, & beberapa negara lain.

Honda, tentu saja, mensponsori perjalanan yang dapat mengambarkan kualitas pesawat pertama protesis mereka tadi. Apalagi ini adalah kali pertama pesawat tadi dibawa menempuh penerbangan yang jauh.

"Saya sangat bahagia karena pelanggan kami tetapkan dengan HondaJet buat tur global mereka. Saya berharap poly orang pada semua global melihat HondaJet secara eksklusif & melihat kinerja, kualitas & keandalan pesawat ini," kata Michimasa Fujino, Presiden & CEO Honda Aircraft.

Impian usang

HondaJet adalah pesawat komersial pertama Honda & diklaim mencerminkan reputasi perusahaan tadi dalam hal kinerja, efisiensi, kualitas, & nilai yang superior.

Kehadiran pesawat ini adalah asa usang pendiri Honda Corp., Soichiro Honda, & sudah coba diwujudkan semenjak awal 1980-an. Sayangnya, Soichiro tak dapat melihat wujud impiannya itu dikarenakan sudah wafat pada 1991 dalam usia 85 tahun.

Menurut Dream Magazine, Soichiro masih bermain paralayang & balon udara sampai usia 77 tahun. Bahkan dia & istrinya, Sachi, sangat menyukai global penerbangan & keduanya mempunyai lisensi pilot.

Namun seperti ditulis Autoblog, perusahaan itu baru menegaskan keseriusan mereka buat mengangkasa pada 1990-an ketika Michimasa Fujino–sekarang CEO Honda Aircraft Company–, merancang pesawat yang menjadi cikal bakal HondaJet ketika ini.

Komitmen Honda buat memproduksi pesawat terbang semakin terlihat ketika mendirikan Honda Aircraft Company pada 2006. Anak perusahaan itu bermarkas pada Greensboro, North Carolina, AS, & mempekerjakan 1.700 karyawan, seperti ditulis Business Journal.

HondaJet dikembangkan sang Honda Aircraft Company menjadi sebuah pesawat jet beserta kemampuan terbang yang nisbi tinggi. Pesawat itu dibekali kabin senyap serta diklaim hemat.

Honda menggabungkan poly penemuan teknologi baru dalam desain penerbangan, termasuk konfigurasi unik Over-The-Wing Engine Mount (OTWEM), yang menaikkan kinerja & efisiensi bahan bakar beserta mengurangi hambatan peredaran aerodinamika.

Desain OTWEM pula dikatakan sanggup meredam suara bising pada kabin. Pada sektor navigasi, jet kecil ini dibekali Garmin G3000 protesis Honda.

HondaJet HA-420 masuk dalam pembagian terstruktur mengenai jet perjuangan sangat ringan, berdimensi panjang 12,99 m, lebar sayap 12,12 m, & tinggi 4,54 m.

Pesawat ini sanggup menampung empat sampai enam penumpang (tergantung jumlah kru pesawat) beserta luas interior 5,43 m x 1,52 m, serta tinggi 1,47 m, yang dari Gizmag, memproduksi HondaJet lebih lega dibandingkan kompetitor sekelasnya.

Namun, dari AxleGeeks, harga US $4,5 juta yang dipasang pada HondaJet itu lebih mahal US $1,805 juta (Rp24,14 miliar) dibandingkan harga homogen-homogen pesawat sekelasnya.

The First Production HondaJet Takes Flight80 Hari Keliling Dunia bersama Pesawat Perdana HondaImage source: http://malaysianreview.com/wp-content/uploads/2014/03/najib-razak-sedih.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *